<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[Kameko no Kitsune - Greek Mythology]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology]]></link><description><![CDATA[Greek Mythology]]></description><pubDate>Fri, 13 Mar 2020 23:57:49 -0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 30]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-30]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-30#comments]]></comments><pubDate>Mon, 17 Jun 2013 07:07:46 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-30</guid><description><![CDATA[ Perang Troya: Mereka yang bertempur di pihak Troya&nbsp;Kisah Sebelumnya: Setelah Akhilles menyerang ternak-ternak milik Ankhises dan menghanguskan Lyrnessos, Aeneas, putra Ankhises menghadap ayahnya untuk diizinkan memimpin pasukan Dardania untuk bergabung dengan pasukan Troya.  Kini banyak kota-kota yang ikut bergabung dengan pasukan Troya sehingga kekuatan mereka menjadi berlipat ganda. Suku-suku bangsa dari negeri-negeri jauh pun mengirimkan pasukannya untuk mempertahankan wilayah Troya.    [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a href='http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/3813355_orig.png' rel='lightbox' onclick='if (!lightboxLoaded) return false'><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/3813355.png" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><strong style="font-size: medium; line-height: 1.5;"><font size="3" color="#990000"><strong>Perang Troya: Mereka yang bertempur di pihak Troya</strong></font><br /></strong><br /><strong style="font-size: medium; line-height: 1.5;"><font size="3"><strong>&nbsp;</strong></font></strong><strong style="font-size: medium;">Kisah Sebelumnya:</strong><font size="3"> Setelah Akhilles menyerang ternak-ternak milik Ankhises dan menghanguskan Lyrnessos, Aeneas, putra Ankhises menghadap ayahnya untuk diizinkan memimpin pasukan Dardania untuk bergabung dengan pasukan Troya.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Kini banyak kota-kota yang ikut bergabung dengan pasukan Troya sehingga kekuatan mereka menjadi berlipat ganda. Suku-suku bangsa dari negeri-negeri jauh pun mengirimkan pasukannya untuk mempertahankan wilayah Troya.</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3">Dalam buku 2 Iliad, Homeros mencatat nama-nama sekutu Troya ini beserta pemimpin pasukannya.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Dardania</strong> dipimpin oleh <strong>Aeneas</strong>, putra Ankhises yang menjalin asmara&nbsp;dengan Aphrodite</font>&nbsp;<font size="3">di lereng gunung Ida sehingga lahirlah Aeneas<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Zeleia</strong> dipimpin oleh <strong>Pandarus</strong> putra Lykaon, yang diajari memanah oleh dewa Apollo<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Adrasteia</strong> dipimpin oleh <strong>Adrastus</strong> &amp; <strong>Amphius</strong>&nbsp; putra Merope<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Perkote</strong>, <strong>Praktius</strong>, <strong>Sestus</strong>, <strong>Abydos</strong> dan<strong> Arisbe</strong> dipimpin oleh <em>Asius</em>, putra Hyrtakus yang gagah berani<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Thrakia</strong> dipimpin oleh<strong> Akamas</strong> dan <strong>Peirous</strong> yang datang dari seberang Hellespontus<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Kikonia</strong> dipimpin oleh <strong>Euphemus</strong>, putra Troezenus yang mahir menggunakan lembing<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Pelasgia</strong> dipimpin oleh <strong>Hippothous</strong> dan<strong> Pilaeus</strong>, putra Lethus<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Paeonia </strong>dipimpin oleh <strong>Pyraekhmes</strong>, dari sungai axios yang aliran airnya paling indah di muka bumi<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Paphlagonia</strong> dipimpin oleh <strong>Pylaemenes</strong><br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Halizon</strong> dipimpin oleh <strong>Odius</strong> dan <strong>Epistrophus</strong> dimana banyak terdapat tambang perak<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Mysia</strong> dipimpin oleh <strong>Khromis</strong> dan <strong>Ennomus</strong> yang pandai meramal masa depan<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Phrygia </strong>dipimpin oleh <strong>Phorkys</strong> dan <strong>Askanios</strong>, yang gemar berperang dengan brutal<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Maeonia</strong> dipimpin oleh <strong>Mesthles</strong> dan <strong>Antiphus</strong>, putra Talaemenes<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Karia </strong>dipimpin oleh <strong>Nestes</strong>, putra Nomion yg bercakap-cakap dengan bahasa asing dan aneh<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  -<strong>Lykia </strong>dipimpin oleh <strong>Sarpedon</strong> dan Glaukos, dimana sungai Xanthos mengalir<br><span style=""></span><br><span style=""></span>    Lalu dalam tahun terakhir perang datang lagi bala bantuan dari <strong>Ethiopia</strong> dan suku <strong>Amazon</strong> yang akan diceritakan kemudian. Ethiopia dipimpin oleh putra Fajar dan yang satunya lagi dipimpin putri Ares.</font><br><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><br></span></font><br><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><strong>Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br></span></font><span style=""></span><br><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 29]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-29]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-29#comments]]></comments><pubDate>Mon, 17 Jun 2013 06:48:16 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-29</guid><description><![CDATA[ Perang Troya: Penjarahan negeri-negeri sekitar TroyaPerang Troya yang diperkirakan akan berlangsung singkat ternyata menjadi pertempuran yang berlangsung panjang. Ramalan yang mengatakan Troya baru jatuh pada tahun kesepuluh perang pelan-pelan menjadi kenyataan. Tembok Troya masih berdiri kokoh dan tidak tertembus. Sementara perang yang pada awalnya hanya melibatkan orang-orang Yunani dan kerajaan Troya, sekarang meluas sampai ke kerajaan-kerajaan tetangga di sekitar Troya.       Perang yang pa [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/6129457.png" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><font size="3"><strong><font color="#990000">Perang Troya: Penjarahan negeri-negeri sekitar Troya</font></strong><br /><br />Perang Troya yang diperkirakan akan berlangsung singkat ternyata menjadi pertempuran yang berlangsung panjang. Ramalan yang mengatakan Troya baru jatuh pada tahun kesepuluh perang pelan-pelan menjadi kenyataan. Tembok Troya masih berdiri kokoh dan tidak tertembus. Sementara perang yang pada awalnya hanya melibatkan orang-orang Yunani dan kerajaan Troya, sekarang meluas sampai ke kerajaan-kerajaan tetangga di sekitar Troya.</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3">Perang yang panjang itu tentu saja membutuhkan persediaan makanan yang tidak sedikit bagi prajurit Yunani. Satu-satunya cara untuk mencukupi perbekalan adalah dengan menjarah negeri-negeri di sekitar Troya. Pemimpin Yunani yang paling banyak berperang adalah Akhilles. Paling tidak ada 23 kota yang dijarah dan ditaklukkan Akhilles.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Penjarahan paling penting adalah penyerbuan kota Thebe yang terletak di sebelah tenggara Troya oleh Akhilles. Thebe diperintah oleh <strong>Etion</strong>, ayah Andromakhe istri Hektor. Walaupun Etion dan ketujuh putranya melawan dengan sengit, semuanya terbunuh oleh Akhilles. Meskipun begitu, Akhilles tetap menghormati kematian raja Thebe itu dengan menguburkannya beserta seluruh senjata Etion dan membangun gundukan tinggi sebagai tanda nisannya.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Dari kota Thebe, Akhilles membawa pulang banyak harta berharga dan pelayan-pelayan cantik. Salah satunya adalah <strong>Khryseis</strong> yang rupawan, putri <strong>Khryses</strong> sang pendeta Apollo.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Kemudian setelah menghancurkan Thebe, Akhilles dan pasukannya menuju ke lereng Gunung Ida, dimana putra Priamos yang bernama <strong>Mestor</strong> mengawasi kawanan ternak milik ayahnya. Sementara di sisi lereng satunya lagi, ada ladang milik sepupu Priamos, <strong>Ankhises</strong> raja Dardania. Penggembala-penggembala Dardania diawasi oleh <strong>Aeneas</strong> putra Ankhises.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>Untuk mencukupi kebutuhan pangan pasukan Yunani, Akhilles menyerang ladang gembala Mestor dan membunuhnya. Kemudian ia pergi ke sisi lereng gunung Ida lainnya tempat ternak Aeneas merumput untuk melakukan hal yang sama. Semuanya mati terbunuh kecuali Aeneas yang berhasil melarikan diri ke negeri tetangga Lyrnessos yang diperintah oleh sahabat Ankhises, <strong>Mines</strong>. Akhilles dan pasukannya meneruskan penyerbuannya sampai ke Lyrnessos. Mereka menghancurkan kota itu serta membunuh Mines beserta tiga orang putranya. Aeneas sendiri diselamatkan oleh Aphrodite, sang dewi cinta sekaligus ibunya.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Seperti halnya di Thebe, Akhilles membawa banyak harta rampasan, ternak dan wanita-wanita cantik. Yang tercantik di antara mereka adalah <strong>Briseis</strong>, putri <strong>Briseus</strong> pendeta Dionysos. Penyerbuan yang dilakukan Akhilles berhasil dengan gemilang karena berhasil membawa banyak ternak dan harta pampasan. <br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Ketika harta jarahan dibagi-bagi, pasukan Yunani menghadiahkan Briseis yang tercantik untuk Akhilles, sementara Khryseis yang kecantikannya sepadan dengan Briseis dihadiahkan untuk Agamemnon, sang pemimpin pasukan.<br><span style=""></span><br><span style=""></span>  Sementara itu, Aeneas yang selamat menghadap ayahnya untuk diizinkan memimpin pasukan Dardania dan ikut bergabung dengan pasukan Troya.&nbsp; Tanpa pikir panjang Ankhises menyetujui permintaan anaknya. Dengan bergabungnya pasukan Dardania dan juga pasukan-pasukan lain dari negeri-negeri tetangga di sekitar Troya, kini Troya semakin bertambah kuat dan sulit untuk dikalahkan</font><font size="3">.</font><br><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><br></span></font><br><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><strong>Prayudi~Greek mythology reteller</strong></span></font><font size="2"><span style="line-height: 24px;">Source Pic:&nbsp;</span><a href="http://www.studyblue.com/notes/note/n/exam-3-flashcards/deck/2436290">http://www.studyblue.com/notes/note/n/exam-3-flashcards/deck/2436290</a></font><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><br></span></font><span style=""></span><br><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 28]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vo-28]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vo-28#comments]]></comments><pubDate>Tue, 14 May 2013 02:49:15 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vo-28</guid><description><![CDATA[ Perang Troya: Palamedes&ldquo;Dua musuh paling keji yang dihadapi Palamedes, yaitu Odysseus dan Homeros. Karena yang satu menabur kebencian sehingga Palamedes dihukum sampai mati , sementara yang lain menghapus keberadaanya dalam cerita epik nya&rdquo; (Flavius Philostratus, Life of Apollonius of Tyana 3.22)       Selain Odysseus, ada seorang pemimpin Yunani lainnya yang sama cerdiknya dengan raja Ithaka itu, yaitu Palamedes , putra Nauplius dari Euboea (baca: Evvea). Masih ingat saat Odysseus  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/4827499.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><font size="3" color="#990000"><strong>Perang Troya: Palamedes</strong></font><br /><br /><font size="3"><em>&ldquo;Dua musuh paling keji yang dihadapi <strong>Palamedes</strong>, yaitu <strong>Odysseus</strong> dan <strong>Homeros</strong>. Karena yang satu menabur kebencian sehingga Palamedes dihukum sampai mati , sementara yang lain menghapus keberadaanya dalam cerita epik nya&rdquo;</em> (Flavius Philostratus, Life of Apollonius of Tyana 3.22)</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3">Selain Odysseus, ada seorang pemimpin Yunani lainnya yang sama cerdiknya dengan raja Ithaka itu, yaitu Palamedes , putra Nauplius dari Euboea (<em>baca: Evvea</em>). Masih ingat saat Odysseus berpura-pura menjadi orang gila supaya tidak berangkat ke Troya? Palamedes lah yang berangkat ke Ithaka untuk membongkar penyamaran Odysseus.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Putra Nauplius ini juga adalah seorang penemu. Saat tahun-tahun peperangan berlalu dengan menjemukan, Palamedes menciptakan berbagai permainan seperti dadu dan dam agar para prajurit tidak merasa bosan. Ia juga menemukan mercu suar untuk memandu kapal-kapal Yunani yang bepergian agar kembali ke camp dengan selamat. &nbsp;Ia juga menemukan sekitar 11-16 huruf baru dalam alfabet Yunani. Karena jasanya dan sifatnya yang membaur dengan semua kalangan, di antara pemimpin Yunani lainnya, Palamedes yang paling dicintai oleh seluruh pasukan.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Suatu hari Agamemnon memerintahkan Odysseus mencari makanan ke Thrakia karena Akhilles sedang sibuk berperang di lokasi yang jauh sementara persediaan ransum untuk pasukan semakin menipis,. Tetapi Odysseus pulang tanpa membawa hasil apapun. Palamedes berinisiatif menggantikan Odysseus dan segera berangkat. <br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Nyatanya, beberapa hari kemudian Palamedes membawa pulang gandum, anggur, minyak, sapi, kambing. Harga diri Odysseus terluka oleh keberhasilan Palamedes, di samping itu ia juga belum melupakan bagaimana penyamarannya terbongkar oleh Palamedes sehingga ia harus pergi berperang ke Troya. Dalam setiap kesempatan ia selalu menuduh Palamedes berusaha menjadi pemimpin baru Yunani menggantikan posisi Agamemnon.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Dan tiba-tiba saja kabar adanya seorang pengkhianat di antara pasukan Yunani menyerebak. Seorang prajurit Phrygia tewas terbunuh dan bersama mayatnya ditemukan sebuah surat yang isinya: &ldquo;Palamedes, emas yang kukirim untukmu sebagai pembayaran atas informasi yang kau berikan. Tertanda, Priamos. Prajurit Yunani langsung menggerebek tenda Palamedes, dan hasilnya ditemukan sejumlah emas di bawah lantai tempat tidur Palamedes. <br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Semua orang tidak percaya bahwa Palamedes pengkhianat, tetapi bukti-bukti yang ditemukan tidak bisa dipungkiri. Palamedes ditangkap dan diseret ke pengadilan militer dengan tuduhan pengkhianatan besar. Walaupun Palamedes menyangkal semua yang dituduhkan kepadanya, pengadilan memutuskan pemimpin Yunani itu dihukum dengan dirajam batu sampai mati. Itulah hukuman bagi pengkhianat yang berlaku pada saat itu. hukuman yang merendahkan sekaligus mempermalukan sang pahlawan dan penemu besar itu.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Bahkan setelah kematiannya, pasukan Yunani membiarkan mayat Palamedes begitu saja tanpa dikuburkan. Saat mereka berniat melemparkan mayatnya kepada anjing dan burung pemakan bangkai, Akhilles menghalangi tindakan tidak berperikemanusiaan itu. Ajax putra Telamon yang bertubuh tinggi besar juga mendukung Akhilles. Tapi tidak hanya kedua pemimpin Yunani itu saja yang tidak percaya Palamedes seorang pengkhianat, sebagian besar prajurit juga meragukan tuduhan itu. Bisik-bisik Palamedes adalah korban konspirasi besar mulai timbul tapi tak ada seorangpun yang berani mengungkapkannya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Sebenarnya apa yang terjadi? Saat Palamedes tidak berada di dalam tendanya, seseorang mengendap-endap masuk ke dalam tenda dan menguburkan emas tepat di bawah tempat tidur Palamedes. Skenario selanjutnya adalah membebaskan seorang tawanan Phrygia dan memberinya surat untuk ia bawa pergi. Tetapi yang terjadi kemudian, setelah dilepaskan tawanan itu justru malah dibunuh.Rencana keji yang tersusun dengan sangat rapi untuk menyingkirkan Palamedes selamanya. <br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Dan siapa dalang di balik rencana ini? Odysseus yang iri, yang memiliki dendam masa lalu dengan Palamedes? Atau Agamemnon yang merasa Palamedes lebih dicintai &nbsp;semua orang dibanding dirinya?<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Kisah ini pun tidak berakhir sampai di sini. Nauplius yang mendengar putranya dihinakan dan dihukum sampai mati segera berlayar ke Troya untuk menuntut keadilan. Pemimpin-pemimpin Yunani menerima kedatangan Nauplius dengan muka dingin dan Nauplius segera mengenali siapa yang bertanggungjawab dan siapa-siapa saja yang membantu serta terlibat dalam pembunuhan putranya. Meskipun begitu ia tak bisa berbuat banyak. Dengan menahan api kebencian di dalam dadanya, Nauplius menarik semua pasukan Euboea dari Troya dan kembali berlayar pulang.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Sesampainya di Yunani, Nauplius membalaskan kebenciannya pada para pemimpin Yunani itu. Ia berkeliling Yunani menemui istri-istri yang ditinggalkan suaminya itu dan memberitahukan pemimpin Yunani telah menikah lagi di Troya dengan wanita-wanita lain. Sebagian istri yang sudah putus asa karena perang berlangsung sangat lama itu mulai berselingkuh dengan laki-laki lain. Istri Diomedes, Aegialia berselingkuh dengan Kometes, Meda istri Idomeneus dari Kreta tidur dengan Leukus dan Klytemnestra membawa masuk Aegisthus ke dalam kamarnya di istana Agamemnon&hellip;.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  *Note: Nama Palamedes tidak disebutkan dalam karya-karya Homeros. Namanya mungkin muncul pertama kali dari syair Kypria yang ditulis setelah era Homeros dan perannya dikembangkan lagi oleh penyair tragedi, salah satunya oleh Euripides.</font><br /><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><br /></span></font><br /><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><strong>Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br /></span></font><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 27]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-27]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-27#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 10:11:17 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-27</guid><description><![CDATA[ Perang Troya:   Troilos         Sep 7, '12 12:41 AM        Kisah sebelumnya:&nbsp;Walaupun pasukan Troya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Yunani di hari pertama pertempuran, tetapi orang-orang Yunani belum juga berhasil menembus tembok Troya.  Keesokan harinya pasukan Yunani kembali mencoba menyerang orang-orang Troya yang berlindung di balik tembok, tetapi serangan itu tidak membuahkan hasil. Serangan kedua dilakukan, tetapi lagi-lagi gagal. Akhirnya pasukan Yunani mengepung kota Troya, be [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/8993088.gif" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/159/Perang-Troya-Troilos" style="font-size: medium;"><strong>Perang Troya:   Troilos</strong></a><br /><span style=""></span><font size="1">         Sep 7, '12 12:41 AM</font><br /><br /><font size="3"><span style=""></span></font>        <strong style="font-size: medium;">Kisah sebelumnya:</strong><font size="3">&nbsp;Walaupun pasukan Troya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Yunani di hari pertama pertempuran, tetapi orang-orang Yunani belum juga berhasil menembus tembok Troya.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Keesokan harinya pasukan Yunani kembali mencoba menyerang orang-orang Troya yang berlindung di balik tembok, tetapi serangan itu tidak membuahkan hasil. Serangan kedua dilakukan, tetapi lagi-lagi gagal. Akhirnya pasukan Yunani mengepung kota Troya, berharap dengan pengepungan itu orang-orang Troya akan kehabisan makanan dan menyerah.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Tetapi kota Troya memiliki daerah pedalaman yang berbukit-bukit dan berhutan, sehingga Troya mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warganya sendiri. Justru persediaan makanan pasukan Yunani lah yang semakin lama semakin menipis. Jumlah prajurit Yunani yang dibawa sangatlah banyak dan daerah di sekitar Troya tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka semua.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Akibatnya sebagian pasukan harus menyerbu dan menjarah kota-kota lain yang bertetangga dengan Troya. Kadang mereka harus melakukan perjalanan jauh dan melelahkan untuk mendapatkan sumber makanan bagi pasukan yang lain. Perang pun menjadi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Ramalan tentang Troya yang baru bisa ditundukkan pada tahun kesepuluh sepertinya akan menjadi kenyataan...</font><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3"><strong style="">Troilos</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Ada sebuah ramalan lain yang menyebutkan Troya tidak akan bisa ditaklukkan apabila&nbsp;<strong style="">Troilos</strong>&nbsp;mencapai umur dua puluh tahun. Siapakah Troilos ini? Ia adalah putra paling bungsu Priamos yang baru berumur limabelas tahun. Walaupun masih belia tetapi ia sudah mahir menunggang kuda dan trampil memainkan senjata. Orang-orang Troya percaya Troilos akan menjadi pemimpin pasukan Troya sehebat kakaknya, Hektor pada waktunya nanti.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Orang-orang Yunani telah lama berencana untuk membunuh Troilos agar ramalan itu tidak menjadi kenyataan. Mereka diam-diam mengawasi kebiasaan Troilos yang keluar tembok Troya untuk mengambil air di mata air yang disucikan untuk&nbsp;<strong style="">Apollo Timbraea</strong>. Orang-orang Troya lainnya juga sering mengambil air di mata air tersebut dan prajurit Yunani tidak pernah mengganggu mereka karena takut pada kemurkaan Apollo yang tidak ingin tempat sucinya dinodai.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Tetapi Akhilles punya rencana lain: ia akan menyerang Troilos di tengah perjanalan sebelum pemuda itu mencapai mata air Apollo. Dengan begitu ia akan terhindar dari kemurkaan sang dewa.<br /><br /><span style=""></span>  Suatu hari, Troilus pergi ke mata air Apollo untuk menemani kakak perempuannya,&nbsp;<strong style="">Polyxena</strong>&nbsp;untuk mengambil air. Tiba-tiba di tengah jalan, Akhilles menghadang mereka. Sadar akan bahaya, Troilos segera memacu kudanya meninggalkan Polyxena yang hanya berdiri mematung.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Kecantikan Polyxena yang mempesona menghentikan langkah Akhilles sesaat, tetapi ia segera teringat pada Troilos dan mulai berlari mengejar kuda yang ditunggangi Troilos. Troilos yang mahir berkuda memacu kudanya sekencang-kencangnya. Tetapi putra Thetis memiliki kecepatan berlari di atas manusia biasa dan pelan-pelan mulai menyusul kuda Troilos.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Kaki-kaki Akhilles beradu cepat dengan lari kuda Troilos, sementara itu altar suci Apollo Timbraea mulai terlihat di depan mereka. Troilos berpikir bila ia sampai ke mata air tersebut, Akhilles tidak akan berani membunuhnya karena kesucian tempat tersebut. Jarak altar itu semakin dekat, semakin dekat lagi dan&nbsp;Troilos bersiap-siap melompat dari atas kudanya.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Saat jaraknya tinggal selangkah lagi, pemuda itu melompat dari kudanya. Tepat di saat itu pula lah Akhilles melemparkan lembingnya secepat kilat...<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Lembing Akhilles menembus dada Troilos tepat selangkah sebelum pemuda itu mencapai altar. Troilos ambruk ke lantai altar dan darah segar Troilos membasahi tempat suci Apollo tersebut.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Apollo yang mengetahui kejadian itu tidak menerima tempat sucinya dinodai dengan pembunuhan, sehingga sang dewa yang tadinya membantu pasukan Yunani berbalik mendukung orang-orang Troya...<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  <strong style="">Prayudi~Greek mythology reteller</strong></font><br /><font size="1">Source pic:&nbsp;&nbsp;<a href="http://www.answers.com/topic/troilus" title="">http://www.answers.com/topic/troilus</a></font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 26]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-26]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-26#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 10:04:17 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-26</guid><description><![CDATA[ Perang Troya:   Kyknos         Jul 5, '12 11:41 PM        Kisah sebelumnya:&nbsp;Darah pertama telah tertumpah di bumi Troya. Orang yang pertama gugur berasal dari pihak Yunani, yaitu&nbsp;Protesilaos. Jenazahnya dimakamkan di semenanjung Trakia, di seberang Hellespontus. Setelah upacara pemakaman, diselenggarakan pertandingan olahraga antar prajurit Yunani untuk menghormati Protesilaos.&nbsp;    Makam pahlawan itu segera menghijau oleh pohon-pohon elm yang ditaman oleh peri-peri hutan. Tetapi  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://www.weebly.com/weebly/images/na.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></div></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><strong style="font-size: medium;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/153/Perang-Troya-Kyknos" style="">Perang Troya:   Kyknos</a></strong><br /><span style=""></span><font size="1">         Jul 5, '12 11:41 PM</font><br /><br /><font size="3"><span style=""></span></font>        <strong style="font-size: medium;">Kisah sebelumnya:</strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;</strong><font size="3">Darah pertama telah tertumpah di bumi Troya. Orang yang pertama gugur berasal dari pihak Yunani, yaitu&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Protesilaos</strong><font size="3">. Jenazahnya dimakamkan di semenanjung Trakia, di seberang Hellespontus. Setelah upacara pemakaman, diselenggarakan pertandingan olahraga antar prajurit Yunani untuk menghormati Protesilaos.&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>    Makam pahlawan itu segera menghijau oleh pohon-pohon elm yang ditaman oleh peri-peri hutan. Tetapi setiap kali pohon itu mencapai ketinggian di atas pohon lainnya dan menghadap ke kota Troya, pohon itu segera layu dan mati. Setelah itu pohon itu kembali tumbuh dari akarnya dan kejadian yang sama berulang. Konon, Protesilaos tak mampu memandang kota yang telah menyebabkannya tak dapat pulang ke tanah airnya untuk bertemu dengan istri tercintanya,&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Laodameia</strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;</strong><font size="3">yang akhirnya bunuh diri&hellip;</font>&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3"><strong style="">Kyknos, raja orang-orang Kolonai &nbsp;</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Pertempuran terus berlanjut di depan tembok Troya. Di pihak sekutu Troya,<strong style="">&nbsp;</strong>raja Kolonai,&nbsp;<strong style="">Kyknos</strong>&nbsp;bertempur dengan beringas dan sudah membunuh banyak prajurit Yunani. Kerajaannya memang memiliki hubungan erat dengan Troya, karena istri Kyknos adalah putri Laomedon, ayah Priamos raja Troya sekarang.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Tanpa rasa gentar sedikitpun, ia menghadang Akhilles putra Thetis yang sedang memimpin orang-orang Myrmidon di medan perang. Orang-orang Troya sangat yakin Kyknos bisa mengalahkan Akhilles, karena sebagai putra Poseidon, Kyknos tidak dapat dilukai dengan pedang, lembing atau senjata apapun.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Kyknos menyerang Akhilles dengan lembingnya yang berat, tapi di saat yang tepat Akhilles menangkis serangan itu dengan perisainya. Ia balik menyerang putra Poseidon itu dengan melemparkan lembingnya tetapi kejaiban terjadi. Lembingnya yang seharusnya menusuk tubuh Kyknos tiba-tiba berbelok arah dan meleset dari sasaran.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles lalu menghunus pedangnya dan terus menyerang Kyknos, tetapi pedangnya juga tak dapat melukai Kyknos sedikitpun. Dengan geram, ia melempar pedangnya ke tanah dan menghadapi Kyknos hanya dengan tangan kosong.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Walaupun kekuatan Kyknos melebihi manusia biasa, tetapi ia tidak lebih kuat dari putra Thetis. Dalam satu kesempatan, Akhilles berhasil mencekik leher Kyknos hingga Kyknos tidak bisa bernafas. Memang tidak ada senjata yang dapat membunuh Kyknos, tetapi cengkeraman tangan Akhilles membuat Kyknos kehabisan nafas.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Kyknos sadar ajalnya hampir tiba. Ia memohon kepada ayahnya, Poseidon, untuk tidak membiarkan Akhilles melucuti senjatanya setelah ia mati. Poseidon mengabulkan doa putranya dan dalam sekejap ia mengubah Kyknos menjadi angsa putih yang besar. Akhilles yang terkejut melepaskan cengkeramannya dan membiarkan angsa penjelmaan Kyknos itu terbang ke angkasa.&nbsp;<br /><span style=""></span><br />Setelah pertarungan dengan Kyknos, Akhilles dan pemimpin pasukan Yunani lainnya semakin bersemangat mendesak pasukan Troya. Hektor, jendral Troya, menyadari musuh semakin kuat dan pasukan Troya tidak akan bisa meraih kemenangan hari ini. Ia menarik mundur pasukan ke balik tembok Troya dan dari dalam tembok, orang-orang troya memanah prajurit-prajurit Yunani yang berusaha mendekat. Sementara, matahari hampir tenggelam di ufuk barat sehingga Agamemnon memutuskan untuk menghentikan serangan.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Ketika pertempuran usai, orang-orang Yunani membiarkan orang-orang Troya keluar tembok mengambil mayat rekan-rekannya untuk dimakamkan secara layak. Hari pertama perang pun berakhir tanpa keberhasilan pasukan Yunani menembus tembok Troya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">&nbsp;Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br /></font><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 25]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-25]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-25#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 10:01:50 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-25</guid><description><![CDATA[ Perang Troya:   Protesilaos         Jun 27, '12 5:10 PM"Dari Tenedos mereka (pasukan Yunani) berlayar ke pantai Troya, mengutus Odysseus dan Menelaos untuk meminta Helena beserta harta bendanya dikembalikan. Tetapi orang-orang Troya, yang hadir dalam balairung pertemuan tersebut, tidak hanya menolak untuk mengembalikan Helena, mereka juga berniat membunuh kedua utusan Yunani tersebut... Sekarang Thetis memperingatkan putranya, Akhilles, agar tidak menjadi orang pertama yang turun dari kapal, ka [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/1103089.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; none;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><span style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></span></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/152/Perang-Troya-Protesilaos" style="font-size: medium;"><strong>Perang Troya:   Protesilaos</strong></a><br /><span style=""></span><font size="1">         Jun 27, '12 5:10 PM</font><br /><br /><font size="3">"Dari Tenedos mereka (pasukan Yunani) berlayar ke pantai Troya, mengutus Odysseus dan Menelaos untuk meminta Helena beserta harta bendanya dikembalikan. Tetapi orang-orang Troya, yang hadir dalam balairung pertemuan tersebut, tidak hanya menolak untuk mengembalikan Helena, mereka juga berniat membunuh kedua utusan Yunani tersebut... Sekarang Thetis memperingatkan putranya, Akhilles, agar tidak menjadi orang pertama yang turun dari kapal, karena yang pertama menginjakkan kaki di pantai Troya akan menjadi orang Yunani pertama yang gugur dalam perang."&nbsp;</font><br /><strong style="font-size: medium;">(<em style="">Pseudo-Apollodorus, Bibliotheca E3. 28 - 30)</em></strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3"><strong style="">Prajurit yang pertama gugur di Perang Troya</strong><br /><span style=""></span><br /><strong style="">Protesilaos</strong>, putra&nbsp;<strong style="">Iphikles</strong>&nbsp;dari Phylake baru saja satu hari menikah dengan&nbsp;<strong style="">Laodameia</strong>, saat utusan Menelaos tiba di kerajaannya. Mereka memintanya untuk mengirim pasukan dan ikut bergabung dengan armada Yunani lainnya di Aulis. Bersama&nbsp;saudaranya,&nbsp;<strong style="">Podarkes</strong>, Protesilaos memimpin 40 buah kapal berisi prajurit-prajurit Phylake ke Troya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Pasukan Yunani telah meninggalkan pulau Tenedos dan mendekati pantai Troya. Dari kejauhan, terlihat pasukan Troya yang dipimpin oleh&nbsp;<strong style="">Kyknos</strong>dan&nbsp;<strong style="">Hektor</strong>&nbsp;berbaris di pantai siap menyerang orang-orang Yunani yang akan mendarat. Tetapi saat kapal-kapal telah mendekati pantai, tidak ada seorang prajurit Yunani pun berani turun dari kapal untuk memimpin penyerangan.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sebelum orang-orang Yunani berangkat, mereka mendengar ada ramalan yang menyebutkan:&nbsp;<strong style="">"barang siapa yang pertama kali menginjakkan kakinya di Troya akan menjadi orang Yunani pertama yang gugur."</strong>&nbsp;Orang-orang Yunani sudah siap bertempur tetapi bagaimana mereka menghindar dari ramalan yang menakutkan tersebut?<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sementara itu, Protesilaos sudah tidak sabar lagi untuk memulai perang, tetapi kata-kata dalam ramalan itu menghentikan langkahnya. Ia teringat Laodameia, istrinya di Phylake yang hanya sempat melewatkan waktu satu malam untuk tidur bersama. Ia juga teringat ayahnya yang telah tua, Iphiklus, yang ia tinggalkan sendirian karena kedua putranya berangkat ke Troya.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Tiba-tiba Protesilaos tersentak dari lamunannya. Ia melihat Odysseus melempar perisainya ke pantai dan meloncat turun dari kapal. Odysseus berteriak memanggil pasukan Yunani untuk maju menyerang. Dengan spontan, Protesilaos langsung meloncat turun untuk melindungi Odysseus, yang menurut ramalan itu akan menjadi orang pertama yang gugur.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Begitu lembing saling beterbangan dan pedang saling beradu, perang pun dimulai. Bagaikan seekor singa di padang rumput liar, Protesilaos membunuh tiga orang, lima, sepuluh... dan banyak prajurit Troya. Dengan penuh percaya diri, ia terus merangsek ke arah pasukan lawan, seolah-olah tidak seorang pun prajurit Troya mampu menghentikannya. Sampai kemudian di depannya berdiri seseorang yang berbadan tinggi tegap dan jubah perangnya berkilauan bagaikan dewa. Orang itu adalah Hektor, kakak Paris sekaligus jendral pasukan Troya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Tanpa pikir panjang, Protesilaos langsung menyerang Hektor tanpa menyadari siapa yang berdiri menghadang di depannya itu. Tapi sayang, serangan dari Protesilaos berhasil ditepis Hektor, dan itu adalah kesempatan terakhirnya. Saat Hektor balik menyerang, Protesilaos terlambat menghindar. Lembing Hektor merobek baju perang Protesilaos dan menembus dadanya. Protesilaos pun jatuh terjerambab.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Dengan nafas tersengal-sengal Protesilaos mencoba bangun, wajah Laodameia membayang kabur di pelupuk matanya. Tetapi itu tak berlangsung lama, pandangan Protesilaos mendadak gelap dan pemimpin orang-prang Phylake ini ambruk seketika. Jiwa Protesilaos melayang ke Hades sambil meratapi nasibnya dengan sedih.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Di tempat Protesilaos gugur, pertarungan sengit terjadi untuk memperebutkan mayat Protesilaos antara pasukan Yunani dengan Troya. Akhirnya orang-orang Yunani berhasil mengambil mayat Protesilaos untuk disemayamkan.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Sementara itu di Phylake, semenjak ditinggalkan Protesilaos, Laodameia menjalani hari-harinya dengan muram. Saat kabar kematian Protesilaos sampai ke Phylake, jiwa Laodameia sangat terguncang dan tidak bisa menerima kenyataan. Dalam kesedihannya, ia membuat patung yang mirip dengan suaminya dan tidur dengan patung itu setiap malam.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sampai akhirnya dewa-dewa yang melihatnya merasa iba. Zeus lalu menyuruh Hermes untuk membawa Protesilaos kembali ke dunia untuk mengucapkan salam perpisahan kepada istrinya. Laodameia sangat gembira dan menganggap Protesilaos benar-benar kembali dari Troya dengan selamat. Tetapi saat waktu yang diberikan Zeus telah habis dan Protesilaos harus kembali ke Hades, ia tidak sanggup menanggung lagi kesedihan hatinya dan bunuh diri.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Menurut kisah lainnya, konon Laodameia yang tidak sanggup ditinggal suaminya pergi berperang, menjadi gila dan bunuh diri tepat di saat Protesilaos gugur di Troya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Lalu bagaimana dengan Odysseus? Odysseus masih hidup saat Protesilaos gugur di medan perang. Tetapi bukankah ia adalah orang pertama yang menginjakkan kaki di Troya dan menurut ramalan harusnya menjadi orang yang pertama gugur?&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sebenarnya yang terjadi adalah kaki Odysseus tidak benar-benar menginjak tanah Troya. Ia melempar perisainya ke tanah dan tetap berdiri di atasnya sampai Protesilaos menjejakkan kakinya. Dengan kecerdikannya Odysseus berhasil terhindar dari ramalan celaka itu dan membuat orang-orang Yunani berani turun dari kapal.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Prayudi~Greek mythology reteller</strong></font><br /><font size="2"><span style="line-height: 24px;">Source pic:&nbsp;</span>(Image courtesy of Gorny &amp; Mosch)&nbsp;</font><font size="3"><span style="line-height: 24px;"><br /></span></font><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 24]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-24]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-24#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 09:55:24 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-24</guid><description><![CDATA[Tenedos Island Perang Troya:   Tenes         Jun 15, '12 1:11 AM        Kisah sebelumnya: Saat mengikuti upacara pengurbanan,&nbsp;Philoktetes, seorang pemanah ulung Yunani, digigit seekor ular.&nbsp;Luka akibat gigitan ular itu sangat parah sehingga Philoktetes terpaksa ditinggalkan sendirian di Pulau Lemnos sementara pasukan Yunani melanjutkan pelayaran ke Troya...       Pasukan Yunani berhadapan dengan Tenes    Pulau Lemnos tidak terlalu jauh letaknya dari Troya, tetapi sebelum bisa sampai di [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a href='http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/6376194_orig.gif' rel='lightbox' onclick='if (!lightboxLoaded) return false'><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/6376194.gif" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:0;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;">Tenedos Island</div></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/151/Perang-Troya-Tenes" style="font-size: medium;"><strong>Perang Troya:   Tenes</strong></a><br /><span style=""></span><font size="1">         Jun 15, '12 1:11 AM</font><br /><br /><font size="3"><span style=""></span>        Kisah sebelumnya: Saat mengikuti upacara pengurbanan,&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Philoktetes</strong><font size="3">, seorang pemanah ulung Yunani, digigit seekor ular.&nbsp;Luka akibat gigitan ular itu sangat parah sehingga Philoktetes terpaksa ditinggalkan sendirian di Pulau Lemnos sementara pasukan Yunani melanjutkan pelayaran ke Troya...</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3"><strong style="">Pasukan Yunani berhadapan dengan Tenes</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Pulau Lemnos tidak terlalu jauh letaknya dari Troya, tetapi sebelum bisa sampai di Troya, pasukan Yunani harus melewati rintangan pertama yang ada di Pulau Tenedos. Raja pulau ini bernama&nbsp;<strong style="">Tenes</strong>&nbsp;dan terkenal akan kekuatannya. Begitu kapal-kapal Yunani mendekati pulaunya, ia langsung melempari kapal-kapal Yunani dengan batu-batu besar.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Siapakah Tenes dan ada hubungan apa ia dengan Troya? Mari kita silsilah raja Tenedos ini.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Di wilayah Troya terdapat kerajaan bernama Kolonai yang diperintah oleh Raja&nbsp;<strong style="">Kyknos,&nbsp;</strong>putra Poseidon. Saat Kyknos lahir, ibunya tidak mau ada orang lain yang tahu, maka ia meninggalkan bayinya begitu saja di tepi pantai. Tetapi Poseidon tidak membiarkan putranya itu mati kelaparan. Seekor burung camar memberi Kyknos makan sampai ada nelayan yang lewat dan melihat bayi malang itu. Ia kemudian membawa bayi itu pulang dan membesarkannya.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Saat Kyknos dewasa ia menikah dengan&nbsp;<strong style="">Prokleia</strong>, putri Laomedon, raja Troya saat itu dan dikaruniai sepasang anak kembar, yang diberi nama<strong style="">Tenes</strong><strong style="">&nbsp;</strong>dan&nbsp;<strong style="">Hemithea</strong>. Konon ayah kedua anak kembar itu sebenarnya bukanlah Kyknos, melainkan Apollo. Setelah ditinggal mati oleh Prokleia, Kyknos menikah lagi dengan putri&nbsp;<strong style="">Kragasos</strong>&nbsp;bernama&nbsp;<strong style="">Philonome</strong>&nbsp;yang diam-diam mencintai putra tirinya, Tenes yang beranjak dewasa. Philomene merayu Tenes untuk menikah dengannya, tetapi Tenes menolak mentah-mentah rayuan ibu tirinya itu.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Memendam kekecewaan, Philomene membuat sandiwara palsu. Ia mengadu kepada Kyknos bahwa Tenes memaksanya untuk bercinta dengannya. Sang raja pun sangat murka mendengar hal itu. Tanpa mengecek lagi kebenaran cerita itu, Kyknos langsung memasukkan Tenes dan Hemithea ke dalam sebuah peti dan melemparkannya ke laut.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Nasib kedua saudara kembar itu beruntung, karena ombak membawa peti itu ke pantai pulau yang dahulu bernama Leukophrys. Mereka ditemukan oleh penduduk setempat yang kemudian mengangkat Tenes menjadi raja di pulau itu. Untuk mengabadikan namanya, Tenes mengganti nama pulau itu menjadi Tenedos, sesuai dengan namanya.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Kembali ke cerita ini, usaha Tennes untuk menghalau kapal-kapal Yunani memang berhasil menghambat gerak laju pasukan Yunani, tetapi Akhilles dengan berani turun dari kapal untuk menghentikan Tenes. Dengan satu kali lemparan, lembingnya tepat menusuk dada Tenes sehingga raja Tenedos itu jatuh tersungkur dan mati seketika.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sebelum berangkat ke Troya, Thetis, ibu Akhilles, telah berpesan kepada putranya itu untuk tidak membunuh satu pun putra Apollo di Troya. Karena Apollo akan sangat murka dan akan membalas dendam dengan mengirim pembunuh putranya ke Hades. Begitu Akhilles menyadarinya, semuanya sudah terlambat karena Tenes termasuk salah satu putra dari Apollo.&nbsp;<br /><br /><span style=""></span>    <strong style="">Pendekatan diplomasi</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Setelah orang-orang Yunani menaklukkan Tenedos,mereka mendirikan kamp prajurit di pulau tersebut. Dari kamp pasukan Yunani itu, menara-menara tinggi Troya terlihat begitu jelas. Para pemimpin Yunani mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk meminta orang-orang Troya&nbsp;memulangkan Helena ke Yunani secara baik-baik.&nbsp;Utusan Yunani yang berangkat ke Troya adalah Menelaos, suami Helena, dengan ditemani Palamedes dan Odysseus.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Salah seorang pemimpin Troya,&nbsp;<strong style="">Antenor</strong>&nbsp;menyambut kedatangan ketiga utusan Yunani itu dengan ramah dan mengatur pertemuan dengan Raja Troya, Priamos, di istana. Dalam pertemuan dengan Priamos, orang-orang Troya tetap bersikeras tidak akan mengembalikan Helena, terlebih lagi Paris.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Dalam pertemuan itu,salah seorang saudara Paris,&nbsp;<strong style="">Helenos</strong>&nbsp;yang bisa meramal masa depan meramalkan Troya tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh orang-orang Yunani. Malah sebaliknya Troya lah yang akan menundukkan kota-kota di Yunani.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Helenos memang seorang peramal hebat yang kata-katanya selalu benar, tetapi Dewi Hera diam-diam mengacaukan penglihatan Helenus dan membisikkan ramalan palsu. Ramalan Helenus tentu saja membuat pasukan Troya semakin bertambah percaya diri akan dapat mengalahkan pasukan Yunani.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Suasana pertemuan itu semakin memanas. Putra Priamos yang lain,<strong style="">Deiphobos</strong>&nbsp;melompat maju ke depan sambil menghunuskan pedangnya ke arah Menelaos, Odysseus dan Palamedes. Ia menginginkan agar ketiga utusan Yunani itu dibunuh saat itu juga, Pertumpahan darah pasti akan terjadi apabila si bijak Antenor tidak menghentikannya.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Saat mengantar tamu-tamunya kembali pulang, Antenor menyesalkan sikap orang-orang Troya dalam pertemuan tersebut, tapi sebagai orang Troya Antenor merasa terpanggil untuk membela negeri kelahirannya. Odysseus terkesan oleh kebijakan Antenor dan berharap agar mereka tidak sampai berhadap-hadapan dengan Antenor di medan perang.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Begitu ketiganya sampai di kamp prajurit di Tenedos dan melaporkan penolakan orang-orang Troya, maka tidak ada pilihan lain selain angkat senjata melawan Troya. Hari itu juga seluruh pasukan Yunani bersiap-siap untuk berlayar dan mendarat di pantai Troya...&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br /></font><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <font size="2"><strong>Catatan:&nbsp;</strong>Saat ini Pulau Tenedos menjadi bagian dari negara Turki sejak tahun 1923 dan namanya diubah menjadi Pulau&nbsp;Bozcaada. Hanya sedikit orang Yunani yang masih tinggal di pulau tersebut dan sebagian besar sudah lanjut usia.</font><font size="2"><span style="line-height: 19px;">Pic source:&nbsp;</span></font><a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=178467" style="">http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=178467</a><font size="2"><span style="line-height: 19px;"><br /></span></font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 23]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-23]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-23#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 09:49:48 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-23</guid><description><![CDATA[ Perang Troya:   Philoktetes         Jun 6, '12 11:24 PM        Sebelum berangkat ke Troya, terlebih dahulu pasukan Yunani mempersembahkan kurban seekor banteng untuk para dewa. Di saat upacara tengah berlangsung, tiba-tiba seekor ular besar naik ke atas pohon dan memangsa delapan ekor burung kecil di sarangnya beserta induknya.&nbsp;    Peramal Kalkhas, yang mengerti tanda-tanda alam, meramalkan perang Toya akan berlangsung selama sembilan tahun dan baru pada tahun kesepuluh Troya ditaklukkan.  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://www.weebly.com/weebly/images/na.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></div></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/150/Perang-Troya-Philoktetes" style="font-size: medium;"><strong>Perang Troya:   Philoktetes</strong></a><br /><span style=""></span><font size="1">         Jun 6, '12 11:24 PM<br /></font><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>        Sebelum berangkat ke Troya, terlebih dahulu pasukan Yunani mempersembahkan kurban seekor banteng untuk para dewa. Di saat upacara tengah berlangsung, tiba-tiba seekor ular besar naik ke atas pohon dan memangsa delapan ekor burung kecil di sarangnya beserta induknya.&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>    Peramal Kalkhas, yang mengerti tanda-tanda alam, meramalkan perang Toya akan berlangsung selama sembilan tahun dan baru pada tahun kesepuluh Troya ditaklukkan. Semua yang mendengar ramalan Kalkhas bersorak gembira. Mereka sangat yakin kemenangan ada di pihak pasukan Yunani, bahkan tidak seorang pun percaya perang ini bisa memakan waktu sampai sepuluh tahun...</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>    Armada Yunani perlahan mulai meninggalkan Aulis, tetapi mereka tidak langsung menuju Troya. Kapal diarahkan menuju ke Pulau Delos untuk mengambil dan mempersiapkan bahan makanan yang dibutuhkan pasukan selama perang nanti.</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3"><strong style="">Spermo, Elais dan Oeno</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Saat itu Delos diperintah oleh putra Apollo yang bernama&nbsp;<strong style="">Anios</strong>. Putranya yang bernama Andros menjadi raja di pulau yang bernama Andros juga, sedangkan tiga putrinya tetap tinggal bersama Anios di Delos. Ketiga putri Anios itu bernama&nbsp;<strong style="">Spermo</strong>,&nbsp;<strong style="">Elais</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong style="">Oeno</strong>. Ketiganya adalah pendeta wanita Dionysos yang dianugerahi kemampuan ajaib oleh sang dewa anggur. Spermo mampu merubah apa saja yang dipegangnya menjadi jagung, Elais menjadi minyak sedangkan Oeno mengubah semua benda menjadi anggur.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Anios menyambut Agamemnon dan pasukan Yunani dengan hangat. Begitu tahu maksud kedatangan Agamemnon, ia menyuruh putri-putrinya untuk memberikan semua yang dibutuhkan oleh pasukan Yunani. Karena Anios adalah putra Apollo, ia juga memiliki kemampuan meramal. Dan sama seperti Kalkhas, ia meramalkan Troya baru akan jatuh di tahun kesepuluh perang. Ia mengusulkan agar pasukan menunggu saja di Delos selama sepuluh tahun baru kemudian menyerang Troya. Tapi pasukan Yunani yang sudah tidak sabaran memilih untuk tetap berangkat ke Troya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Walalupun persediaan makanan yang diberikan ketiga putri Anios itu sudah sedemikian banyak, tetapi Agamemnon masih merasa kurang. Saat Anios lengah, ia menculik ketiga putrinya dan membawanya ke kapal. Tetapi di tengah perjalanan, mereka berhasil menyelamatkan diri dan berenang menuju Andros untuk meminta perlindungan saudaranya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Agamemnon yang mengetahui hal ini, mengancam Andros agar menyerahkan ketiga saudarinya atau pasukannya menyerbu kerajaan Andros. Untuk menghindari pertumpahan darah, dengan berat hati Spermo, Elais dan Oeno bersedia ikut kembali bersama pasukan Yunani. Selama perjalanan mereka berdoa kepada Dionysos agar mereka bisa pulang ke rumah ayahnya.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Sang dewa mendengar doa mereka, dan mengubah ketiga saudari itu menjadi burung dara agar bisa terbang kembali ke Delos. Sejak saat itu sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang berani mengganggu burung dara di Pulau Delos.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Philoktetes</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Dari Delos, kapal berlayar lagi dan mendarat di Pulau Nea&nbsp;(sekarang pulau itu sudah tidak ada lagi), sebuah pulau kecil di dekat Lemnos dimana seorang peri&nbsp;bernama&nbsp;<strong style="">Krise</strong>&nbsp;tinggal.&nbsp;<strong style="">Krise</strong>&nbsp;menguasai perairan di sekitar Troya dan Hellespontus, sehingga kapal yang akan melintas harus mampir sejenak untuk memberikan persembahan di altar Athena.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Tetapi saat persembahan akan dilakukan, seekor ular mematuk kaki<strong style="">Philoktetes</strong>, salah seorang pemanah terbaik Yunani. Daerah di sekitar gigitan ular itu segera menghitam dan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Philoktetes tidak mati tetapi luka bekas gigitan itu menjadi busuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Rasa sakit yang sangat hebat membuat Philoktetes tidak berhenti meraung serta berteriak seperti orang gila.<br /><br /><span style=""></span>  Agar tidak membebani pasukan, saat Philoktetes tertidur para prajurit Yunani mengangkatnya diam-diam dan membaringkannya di pulau Lemnos sendirian. Mereka menaruh persediaan makanan dan juga senjata busur panahnya di samping Philoktetes. Setelah itu armada langsung berangkat kembali menuju Troya. Tetapi meninggalkan Philoktetes sendirian di Lemnos adalah tindakan yang sangat-sangat salah.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Philoktetes bukanlah seorang prajurit sembarangan. Ia adalah pemanah yang menerima warisan panah dari pahlawan besar Herakles, yang ujung anak panahnya pernah dicelupkan ke darah Hydra yang beracun. Waktunya akan tiba saat pasukan Yunani membutuhkan bantuan Philoktetes. Sembilan tahun kemudian, orang-orang Yunani akan menyesal telah meninggalkan Philoktetes sendirian di Lemnos...<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br /></font><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 22]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-22]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-22#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Mar 2013 09:40:25 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-22</guid><description><![CDATA[Greek battle ship (above) and trading ship (below) Perang Troya: Apakah Iphigenia benar-benar diselamatkan Artemis?         May 24, '12 9:46 PM        Saat Iphigenia tiba di Aulis, meja pengurbanan di altar Artemis telah disiapkan untuk gadis itu... Tetapi saat pisau itu siap untuk menghujam leher gadis itu, Artemis menukar Iphigenia dengan seekor rusa dan membawanya pergi jauh. Tetapi apakah itu cerita sebenarnya? Apakah Iphigenia benar-benar mati atau diselamatkan oleh Artemis? Mari kita sejen [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/3007174.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:1px;padding:3px;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;">Greek battle ship (above) and trading ship (below)</div></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/147/Perang-Troya-Apakah-Iphigenia-benar-benar-diselamatkan-Artemis" style=""><font size="3"><strong>Perang Troya: Apakah Iphigenia benar-benar diselamatkan Artemis?</strong></font></a><br /><span style=""></span><font size="1">         May 24, '12 9:46 PM</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span><font size="3">        Saat Iphigenia tiba di Aulis, meja pengurbanan di altar Artemis telah disiapkan untuk gadis itu... Tetapi saat pisau itu siap untuk menghujam leher gadis itu, Artemis menukar Iphigenia dengan seekor rusa dan membawanya pergi jauh. Tetapi apakah itu cerita sebenarnya? Apakah Iphigenia benar-benar mati atau diselamatkan oleh Artemis? Mari kita sejenak menelusuri catatan-catatan kuno tentang kisah di balik pengurbanan Iphigenia itu...</font><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3">Menurut sejumlah literatur kuno,&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Iphigenia/Iphigeneia</strong><font size="3">&nbsp;disebut dengan nama yang berbeda-beda, Dalam&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;"><em style="">Iliad</em></strong><font size="3">,&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Homeros</strong><font size="3">&nbsp;menyebutnya sebagai "</font><strong style="font-size: medium;">Iphianassa"</strong><font size="3">, sementara&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Hesiodes</strong><font size="3">&nbsp;mencantumkan dalam&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;"><em style="">Catalogue of Women</em></strong><font size="3">&nbsp;sebagai "</font><strong style="font-size: medium;">Iphimede"</strong><font size="3">. Nama-nama itu berarti &ldquo;yang melahirkan anak yang kuat&rdquo; atau &ldquo;yang dilahirkan dengan kekuatan".&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Kisah Iphigenia yang diceritakan oleh&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Euripides (480-406 SM)</strong><font size="3">&nbsp;dalam drama tragedinya,&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;"><em style="">Iphigenia at Aulis</em></strong><font size="3">&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;"><em style="">(405 SM)</em></strong><font size="3">&nbsp;bisa jadi terinspirasi oleh ritual pengurbanan yang terjadi pada zaman dimana Euripides hidup.&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span></font>  <strong style="font-size: medium;">Mitos #1:&nbsp;</strong><br /><font size="3"><span style=""></span></font>  <strong style="font-size: medium;">Pengurbanan Iphigenia dianggap sebagai salah satu syarat agar ekspedisi armada Yunani ke Troya berhasil.&nbsp;</strong><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Ekspedisi ke Troya yang dipimpin Agamemnon ini melibatkan kurang lebih 100.000 orang. Banyak prajurit yang mati di laut sedangkan yang lain mati di medan perang. Sayangnya, banyak juga yang mati karena wabah penyakit akibat buruknya kondisi perkemahan prajurit di Aulis. Pada saat itu, kematian dianggap sebagai tebusan atas kemenangan perang, seperti halnya kematian Iphigenia.&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span></font>  <strong style="font-size: medium;">Mitos #2:</strong><font size="3">&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><strong style="font-size: medium;">  K</strong><strong style="font-size: medium;">apal-kapal Yunani tidak dapat berlayar karena tidak ada angin, tetapi Homeros dalam</strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;</strong><strong style="font-size: medium;"><em style="">Iliad</em></strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;</strong><strong style="font-size: medium;">menyebutkan armada Yunani terdiri dari kapal-kapal yang memiliki pendayung.&nbsp;</strong><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Lalu kenapa angin sangat dibutuhkan untuk membawa kapal kalau kapal-kapal itu ternyata bisa didayung?&nbsp;Jawabannya yaitu kemungkinan karena kapal yang mengangkut prajurit saja yang memiliki dayung, sedangkan persediaan bekal makanan ada di kapal-kapal layar yang harus digerakkan dengan bantuan angin. Seandainya jumlah kapal layar sama dengan jumlah kapal berdayung, kapal-kapal itu bisa ditarik oleh kapal dayung, tetapi nampaknya jumlah kapal yang membawa ransum makanan itu jauh lebih banyak dari jumlah kapal dayung.</font><br /><br /><font size="3"><span style=""></span></font>  <strong style="font-size: medium;">Mitos #3:</strong><br /><strong style="font-size: medium;">Menurut Hesiodes dalam</strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;</strong><strong style="font-size: medium;"><em style="">Catalogues of Women</em></strong><strong style="font-size: medium;">&nbsp;&nbsp;Iphigenia diselamatkan Artemis dan menjelma menjadi dewi Hekate.&nbsp;</strong><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Hekate adalah dewi hutan belantara dan kelahiran yang perannya kurang lebih sama dengan dewi Artemis. Sebenarnya dewi Hekate adalah kepercayaan masyarakat setempat dan sudah lebih dulu ada dari Artemis. Lambat laun pemujaan Hekate di beberapa wilayah di Yunani Kuno digantikan oleh pemujaan terhadap Artemis.&nbsp;</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Pertikaian antara dewa-dewi dalam kisah mitologi kadang berasal dari alasan tersebut. Suku yang menaklukkan sebuah wilayah akan mengenalkan dewa-dewi mereka untuk menggantikan dewa-dewi yang dipuja masyarakat wilayah itu.&nbsp;Pengurbanan Iphigenia mungkin saja dipandang sebagai sesuatu yang simbolis dan perubahannya menjadi dewi Hekate adalah usaha para pemuja dewi itu untuk mempopulerkan namanya kembali.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Berbeda dari Euripides dan Hesiodes, dalam literatur kuno lainnya yang ditulis oleh&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Aeschylus (525-456 SM)</strong><font size="3">&nbsp;dan&nbsp;</font><strong style="font-size: medium;">Sophocles (495-406 SM</strong><font size="3">), Iphigenia memang benar-benar mati di Aulis.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><font size="3"><span style=""></span>  Bagaimanapun cerita akhir Iphigenia yang sebenarnya, gadis itu telah dianggap sebagai pahlawan bagi kaumnya dan menjadi semacam&nbsp;</font><em style="font-size: medium;">role-model,</em><font size="3">seorang&nbsp;gadis yang berani mengorbankan diri demi kepentingan negara dan bangsanya.</font><br /><font size="3"><span style=""></span></font><br /><span style=""></span>  <strong><font size="3">Prayudi~Greek mythology reteller</font></strong><br /><span style="line-height: 24px;"><font size="2">Source pic:</font><font size="1">&nbsp;</font></span><a href="http://www.kiskoseura.fi/troija/english/3.2.html" style="">http://www.kiskoseura.fi/troija/english/3.2.html</a><br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Perang Troya Vol. 21]]></title><link><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-21]]></link><comments><![CDATA[http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-21#comments]]></comments><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 07:50:09 GMT</pubDate><category><![CDATA[greek mythology]]></category><category><![CDATA[perang troya]]></category><guid isPermaLink="false">http://achilles79.weebly.com/greek-mythology/perang-troya-vol-21</guid><description><![CDATA[ Perang Troya: Pengurbanan Iphigenia (3)May 17, '12 11:38 PM        "Dan aku telah memutuskan. Aku akan mati dengan damai, dengan bangga dan dengan indah."&nbsp;(Iphigenia, Iphigenia Movie 1977)    Kisah sebelumnya:&nbsp;Pengurbanan Iphigenia di altar Artemis untuk membayar kesalahan Agamemnon sekaligus meredakan kemarahan sang dewi tampaknya tidak bisa dihindari lagi. Semua prajurit berteriak-teriak meminta upacara secepatnya dilakukan...&nbsp;         Akhilles menemui Klytemnestra dan Iphigeni [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='z-index:10;position:relative;float:left;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="http://achilles79.weebly.com/uploads/1/4/1/1/14116967/2290287.jpg" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; none;" alt="Picture" class="galleryImageBorder" /></a><div style="display: block; font-size: 90%; margin-top: -10px; margin-bottom: 10px; text-align: center;"></div></span> <div class="paragraph" style="text-align:left;display:block;"><a href="http://achilles79.multiply.com/journal/item/146/Perang-Troya-Pengurbanan-Iphigenia-3" style=""><font size="3"><strong>Perang Troya: Pengurbanan Iphigenia (3)</strong></font></a><br /><font size="1">May 17, '12 11:38 PM</font><br /><br /><span style=""></span>        <font size="3"><strong style="">"Dan aku telah memutuskan. Aku akan mati dengan damai, dengan bangga dan dengan indah."</strong><strong style="">&nbsp;</strong><strong style=""><em style="">(Iphigenia, Iphigenia Movie 1977)</em></strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Kisah sebelumnya:</strong>&nbsp;Pengurbanan Iphigenia di altar Artemis untuk membayar kesalahan Agamemnon sekaligus meredakan kemarahan sang dewi tampaknya tidak bisa dihindari lagi. Semua prajurit berteriak-teriak meminta upacara secepatnya dilakukan...&nbsp;<br /></font><span style=""></span><br /><span style=""></span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"></div>  <div class="paragraph" style="text-align:left;"><font size="3">Akhilles menemui Klytemnestra dan Iphigenia di tenda yang disiapkan untuk sang Ratu beristirahat:<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong>Akhilles:&nbsp;"Teriakan yang menyeramkan terdengar dari kerumunan prajurit-prajurit Argive."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Apa yang terjadi? Ceritakan kepadaku."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Ini berkaitan dengan putrimu."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Sepertinya pertanda buruk."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Mereka meminta Iphigenia untuk dikurbankan."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Dan tak ada seorangpun yang menentang mereka?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Sebenarnya, aku sendiri berada dalam bahaya."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Bahaya dari apa? Dari musuh?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Dari dilempari batu oleh mereka."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Pasti bukan karena menyelamatkan putriku?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Justru itu."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Memang siapa yang berani menyentuhmu walau hanya seujung jari?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Seluruh prajurit Yunani."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Bukankah pasukan Myrmidon berpihak padamu?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Merekalah yang pertama kali memberontak padaku."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Putriku. Sepertinya kita kalah."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Mereka mengejekku sebagai pria yang membohongi putrimu untuk menikah."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Dan apa jawabanmu kepada mereka?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Aku tidak membunuh orang yang aku nikahi."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Seperti itu."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Seorang istri yang telah dijanjikan oleh ayah sang gadis kepadaku."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Ya, dan dikirim dari Argos untuk dikurbankan."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Tetapi kata-kataku ditelan teriakan massa."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Sesungguhnya kerumunan orang itu adalah kejahatan yang mengerikan."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Tapi aku akan menolong kalian."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Benarkah kau akan menghadapi mereka seorang diri?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Anda bisa lihat senjataku ada disini."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Klytemnestra:&nbsp;"Semoga kau diberkati atas tindakanmu ini."<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Akhilles:&nbsp;"Yah, semestinya aku diberkati."</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Teriakan para prajurit Yunani di luar tenda terdengar makin keras. Di saat-saat genting seperti itu, Iphigenia menyeka air matanya dan akhirnya merelakan dirinya untuk dikurbankan demi kepentingan tidak saja seluruh pasukan, tetapi juga kehormatan Yunani. Dengan pengurbanannya kapal-kapal akan segera dapat berlayar, Troya akan dapat ditaklukkan dan semua prajurit akan segera kembali ke Yunani untuk berkumpul dengan keluarga mereka.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong>Iphigenia:&nbsp;"Ibu, dengarkan kata-kataku, karena aku lihat kemarahan Ibu kepada ayah sudah tidak ada gunanya lagi. Sudah tidak mungkin lagi kita bertahan di situasi seperti ini. Kita sangat berterimakasih pada bantuan Akhilles, tetapi Ibu bisa lihat sendiri ia tidak didukung oleh pasukannya sendiri. Ia harus meninggalkan kita daripada ia terlibat dalam kesulitan yang lebih besar lagi."</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong>Klytemnestra:&nbsp;"Apa yang dapat Ibu lakukan di Argos untuk menyenangkan hatimu, anakku?"<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Iphigenia:&nbsp;"Tolonglah Ibu, jangan membenci ayah, suamimu sendiri."</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Kemudian Iphigenia mengucapkan salam perpisahan kepada Akhilles yang diam-diam kagum atas keteguhan hati gadis itu. Putri Agamemnon itu memeluk erat Ibunya untuk yang terakhir kalinya&nbsp;dan mencium adiknya, Orestes, sebelum ia pergi menuju tenda ayahnya untuk memulai acara pengorbanan.&nbsp;Air mata Klytemnestra meleleh menyaksikan kepergian putrinya yang amat dicintainya itu.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  ***<br /><br /><span style=""></span>  Beberapa saat kemudian seorang pelayan wanita Klytemnestra memasuki tenda sang Ratu, mengabarkan bahwa keajaiban telah terjadi:&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    "Ini mukjizat! Saat sang pendeta menghunus pisaunya dan mengayunkannya ke leher Iphigenia, tiba-tiba segumpal awan menutupi pandangan orang-orang. Hanya sekejap mata, dan begitu pandangan kembali jelas, di meja altar telah tercecer darah...&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>  Bukan, bukan darah putri Agamemnon yang agung, tetapi darah dari seekor rusa. Artemis telah menyelamatkan Iphigenia, ia tidak menginginkan darah gadis tak berdosa itu mengotori altar sucinya. Sang dewi membawa Iphigenia untuk pergi jauh dari sini dan dengan demikian amarah sang dewi telah diredakan..."&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Memang, saat pelayan wanita itu berkata-kata, angin telah bertiup kembali di Aulis. Ranting-ranting pohon ikut bergeletar terkena tiupan angin. Layar-layar kapal dibuka dan mengembang sempurna. Armada Yunani akhirnya bisa memulai pelayaran mereka untuk mengembalikan Helena ke Yunani.<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    Setelah mendengarkan laporan pelayannya itu, Klytemnestra bergegas berkemas untuk kembali ke Mykena. Tetapi kekecewaan dan kebencian Klytemnestra kepada Agamemnon tidak pernah lenyap dari hatinya. Tidak akan pernah...<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    <strong style="">Prayudi~Greek mythology reteller</strong><br /></font><span style=""></span><br /><span style=""></span>    *Sekedar catatan, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah kata-kata si pelayan itu benar-benar terjadi atau hanya karangan belaka untuk meringankan kesedihan Klytemnestra. Atau bisa saja sekedar metafora: Iphigenia mati di altar dan ruhnya diterbangkan oleh Artemis ke tempat yang jauh.&nbsp;<br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>**Percakapan antara Akhilles dan Klytemnestra di atas adalah terjemahan bebas dari drama karya&nbsp;<strong style="">Euripides: Iphigenia di Aulis.</strong><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span>    ***The Sacrifice of Iphigenia engraved after originals by Jean-Jacques Fran&ccedil;ois Le Barbier (1739&ndash;1826), Nicolas Andr&eacute; Monsiau (1754&ndash;1837), and Jean-Michel Moreau (1741&ndash;1814), source from&nbsp;<a href="http://www.maicar.com/GML/Agamemnon.html" style="">http://www.maicar.com</a><br /><span style=""></span><br /><span style=""></span></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>