welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Paris yang sedang duduk di hadapan tiga dewi
Penyebab pecahnya Perang Troya (2): Keputusan Paris
Oct 14, '11 6:55 AM

Kisah sebelumnya: Apel emas yang dilemparkan Eris di tengah-tengah pesta pernikahan Peleus dan Thetis menimbulkan perselisihan di antara tiga dewi: Hera, Athena dan Aphrodite. Di kulit apel emas itu tertulis kata-kata: "untuk yang tercantik". Untuk menentukan siapa yang berhak memiliki apel emas itu, Zeus menunjuk Paris sebagai pengambil keputusan.

Dengan didampingi Hermes, Hera, Athena dan Aphrodite meluncur ke gunung Ida dan tiba-tiba muncul di hadapan Paris yang sedang berisitirahat di ladang. Saat itu Paris masih hidup sebagai penggembala ternak-ternak kepunyaan raja Troya, Priamus, yang belakangan baru diketahui sebagai ayah kandungnya.

Paris terkejut karena tiba-tiba tiga sosok wanita yang agung dan rupawan muncul di hadapannya. Hermeslah yang menjelaskan maksud kedatangan mereka karena diutus oleh Zeus. Ia menceritakan tentang apel emas yang menyebabkan tiga dewi itu bertengkar dan untuk menghentikannya Paris harus memberikan apel emas itu kepada yang paling cantik di antara ketiganya.

Karena ketiga dewi itu memiliki kecantikan yang setara, ia memanggil mereka satu persatu untuk mendekat agar ia bisa melihat lebih jelas. Pertama-tama ia memanggil Hera untuk mendekat. Hera melangkah dengan anggun seperti layaknya ratu langit. Ia menjanjikan akan menjadikan Paris penguasa di seluruh Asia dan manusia paling kaya di seluruh dunia, bila Paris menyerahkan apel emas itu kepadanya. Tetapi Paris menolak tawaran sang ratu langit.

Giliran kedua adalah Athena. Helm dan pakaian perangnya berkilauan ditimpa cahaya matahari. Walaupun mengenakan pakaian perang, tidak sedikitpun memudarkan kecantikan putri Zeus ini. Ia membujuk Paris untuk memberikan apel emas itu kepadanya dan ia berjanji akan menjadikan Paris manusia paling bijak sekaligus tidak terkalahkan di muka bumi ini. Sekali lagi Paris tidak tertarik dengan tawaran sang dewi dan menolaknya.

Kini tiba giliran Aphrodite, sang dewi cinta. Kecantikannya yang memukau  setiap laki-laki terpancar di setiap gerakan langkahnya. Ia menyunggingkan senyum menggoda kepada Paris dan yang ia tawarkan seratus kali lipat lebih menarik daripada kedua dewi lainnya. Ya, setidaknya bagi pemuda seperti Paris.

Aphrodite berkata dengan lemah lembut:

“Apabila kau memberikan apel emas itu kepadaku, aku berjanji kau akan mendapatkan Helena, putri Zeus yang perkasa, wanita tercantik yang diidam-diamkan oleh seluruh laki-laki di muka bumi ini sebagai istrimu.”

Bisa memiliki makhluk tercantik yang pernah lahir ke dunia bagi seorang pemuda penggembala seperti Paris bagaikan mimpi di siang bolong. Terlebih lagi, Helena adalah putri Zeus, raja para dewa! Walaupun Helena telah menjadi istri Menelaus, tetapi itu bukanlah hal yang sulit bagi Aphrodite, sang dewi cinta untuk mewujudkan impian Paris.

Paris tersenyum, keputusannya sudah bulat. Tanpa berpikir panjang, ia memberikan apel emas itu kepada Aphrodite yang menerimanya dengan suka cita. Tetapi akibatnya, kedua dewi yang lain, Hera dan Athena, merasa terhina dan dilecehkan. Mereka bersumpah akan membalas penghinaan ini. Nasib buruk yang mengerikan akan menimpa Paris, dan juga orang-orang Troya…

Prayudi~Greek mythology reteller

Pic of Paris sitting in the right, Hermes standing in front of three goddess: Aphrodite accompanied with Eros, Athena holding his helmet and spear, and Hera with a statue of lion at his hand from http://www.theoi.com/

 


Comments




Leave a Reply