welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Perang Troya: Odysseus, raja Ithaka (2)
Mar 23, '12 1:16 AM

Kisah sebelumnya: Setelah melewati beberapa rintangan, akhirnya Odysseus dapat menikah dengan Penelope dan tinggal bersamanya di Ithaka.  Ia memerintah di Ithaka selama bertahun-tahun dengan tenang dan damai. Ketika putra pertamanya lahir, Odysseus sangat gembira, tetapi kegembiraannya itu tidak berlangsung lama karena takdir membawa berita buruk ke Ithaka… 



Odysseus berpura-pura gila

Di tengah teriknya matahari yang membakar pulau berkarang Ithaka, kabar bahwa Paris melarikan Helena dari tangan Menelaos sampai ke telinga Odysseus. Agamemnon diberitakan telah mengumpulkan armada besar dari seluruh Yunani di Teluk Aulis untuk menyerang Troya. Hampir seluruh kerajaan di Yunani mengirimkan kapal dan pasukannya walalupun mereka tidak terikat sumpah saat Helena memilih calon suaminya. 

Odysseus sebenenarnya enggan untuk ikut campur karena ia tidak terikat dengan sumpah dan selain itu putra pertamanya baru saja lahir. Tetapi cepat atau lambat Agamemnon pasti akan datang untuk meminta bantuannya, karena keberadaan orang secerdas Odysseus sangat dibutuhkan dalam pasukan Yunani.

Sembari menimbang-nimbang Odysseus bertanya dulu kepada peramal istana, Alitherses apa yang akan terjadi bila ia ikut pergi berlayar ke Troya. Dan jawaban Alitherses sangat mengejutkan: 

“Apabila Tuanku Odysseus berangkat ke Troya, Tuan baru akan kembali setelah duapuluh tahun kemudian! Tanpa dikenali dan semua rekan Tuan telah mati!!” 

Mendengar ramalan Alitherses yang mengerikan, keputusan Odysseus menjadi bulat. Ia menolak ikut dan berpura-pura menjadi gila. Kabar Odysseus menjadi gila dengan cepat menyebar ke seluruh Yunani. Tetapi Palamedes, putra Nauplius dan sepupu Agamemnon, tidak percaya begitu saja, Ia bergegas menemui Agamemnon serta Menelaos. “Odysseus adalah orang terakhir di dunia yang bisa menjadi gila. Kita harus menjemputnya ke Ithaka.”

Beberapa hari kemudian, mereka bertiga tiba di Ithaka dan melihat Odysseus sedang menggarap di ladangnya. Penelope sambil menggendong putranya yang baru lahir berdiri di dekat suaminya sambil mengawasi ketiga pemimpin Yunani itu dengan muka gelisah. 

Begitu mereka mendekatinya, Odysseus memang tampaknya sudah tidak punya otak lagi. Ia mengikat seekor banteng dan seekor keledai di kereta bajaknya sambil menaburkan garam ke ladang. Raja Ithaka itu tidak mempedulikan kehadiran Agamemnon, Menelaos serta Palamedes dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Tetapi Palamedes memiliki kecerdasan yang hampir menyamai Odysseus dan ia yakin sekali Odysseus tidak gila. Ia memikirkan sebuah cara untuk membuktikannya.

Tiba-tiba Palamedes merampas putra Odysseus dari dekapan Penelope dan meletakkannya di tanah, di jalur bajak yang akan diinjak banteng dan keledai itu. Tepat sebelum kaki-kaki binatang itu menginjak bayinya, Odysseus segera menghentikan kereta bajaknya dan mengakhiri sandiwara kegilaannya. 

Kebohongan Odysseus terbongkar, dan tak ada pilihan lain bagi Odysseus selain berangkat ke Troya dengan segala resikonya. Di hari keberangkatan, Odysseus berpesan kepada istrinya, bila dalam jangka waktu dua puluh tahun ia tidak kembali, Penelope bebas untuk menikah lagi dengan orang lain. Dengan masih terisak, Penelope mengingatkan Odysseus untuk memberi nama putranya yang baru lahir.

“TELEMAKHUS. Nama putraku ini, Telemakhus, yang artinya pertempuran terakhir di negeri yang jauh.”

Dengan diiringi oleh kesedihan Penelope yang mendalam, kapal Odysseus perlahan bergerak menjauhi Ithaka...

Prayudi~Greek mythology reteller


Source pic: http://mkatz.web.wesleyan.edu/cciv110x/odyssey/cciv110.Penelope.html 

 


Comments




Leave a Reply