welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Perang Troya: Pelayaran yang gagal (2)
Apr 12, '12 11:18 PM

Kisah sebelumnya: Ekspedisi pertama Yunani ke Troya gagal total. Pertama pasukan Yunani salah mendarat di Mysia, dimana Akhilles mengalahkan dan melukai raja negeri itu, Telephos. Kemudian saat mereka bertolak dari Mysia, badai menerjang dan memporak-porandakan armada sehingga mereka terpaksa kembali ke Yunani.

Dua tahun telah berlalu semenjak Paris menculik Helena… Armada pasukan Yunani yang dulu berkumpul di Aulis telah lama dibubarkan dan semua raja Yunani telah pulang ke negerinya masing-masing. Masalah penculikan Helena oleh Paris mulai dilupakan...



Tetapi ada satu orang yang tidak begitu saja melupakan perbuatan Paris itu, dialah Menelaos. Setiap malam ia tidak dapat tidur memikirkan istrinya yang berada bersama laki-laki lain di negeri seberang. Ia mulai lagi berkeliling Yunani, dari kota ke kota, untuk berpidato dan meminta setiap kerajaan mengirimkan kembali pasukannya ke Troya. 

Nestor dan Akhilles adalah sebagian dari pemimpin yang mudah untuk dibujuk untuk kembali mengumpulkan pasukannya, tetapi pemimpin-pemimpin lainnya lebih banyak yang menolak permintaan Menelaos. Mereka menganggap telah menunaikan kewajiban mereka dalam pelayaran pertama dan menganggap para dewa akan murka kalau mereka bersikeras berangkat ke Troya. 

Tanpa kenal lelah, dengan dibantu oleh Agamemnon dan Nestor, Menelaos terus membujuk raja-raja Yunani. Demi membela kehormatan Yunani dan demi iming-iming mendapat bagian harta Troya yang berlimpah, akhirnya satu demi satu mereka bersedia untuk berkumpul kembali di Aulis. Usaha Menelaos mulai menampakkan hasil tetapi butuh waktu delapan tahun sampai semua pasukan Yunani datang ke Aulis.

Karena pelayaran pertama ke Troya gagal, Agamemnon harus memilih orang lain sebagai pemandu kapal selain Akhilles. Odysseus mengusulkan agar Telephos saja yang memandu mereka karena Telephos adalah menantu Priamos, raja Troya. 

Tetapi Telephos telah ditinggalkan dalam keadaan terluka di Mysia, dan apakah ia bersedia untuk memandu armada Yunani untuk menyerang Troya? Istri Telephos berasal dari Troya dan Troya adalah kerajaan ayah mertua Telephos. 

Sementara itu, Telephos kebetulan sedang dalam perjalanan menuju Mykena. Luka bekas tusukan Akhilles sepuluh tahun yang lalu belum juga sembuh dan menurut orakel “hanya yang melukainya yang dapat menyembuhkan lukanya”. Maka tujuan Telephos ke Mykena adalah untuk mencari Akhilles yang menurut orakel dapat menyembuhkan lukanya.

Pada zaman itu, berlaku tradisi di Yunani yang ditetapkan oleh Zeus bahwa setiap orang asing yang melewati kota harus diperlakukan dengan ramah dan diberi makan. Hal ini berlaku juga untuk Telephos yang datang ke Mykena dengan menyamar sebagai pengemis. Ia diundang untuk makan malam di istana Mykena langsung oleh Agamemnon. 

Saat identitasnya ditanya oleh Agamemnon, Telephos tiba-tiba berdiri dan menyambar Orestes kecil, anak Agamemnon, dari tangan Klytemnestra. Semua yang hadir akhirnya menyadari pengemis itu adalah Telephos, raja Mysia yang dahulu pernah dilukai oleh Akhilles.

Telephos menyandera Orestes dan meminta Akhilles untuk datang menemuinya sekarang. Agememnon bersedia memenuhi tuntutan Telephos asalkan ia harus mau menjadi pemandu kapal-kapal Yunani ke Troya. 

Saat itu Akhilles memang sedang berkumpul bersama pemimpin-pemimpin lainnya di Mykena. Tetapi ia bersikeras menolak untuk menyembuhkan luka Telephos. Akhilles masih kesal karena Telephos telah melukai sahabatnya, Patroklus. Untungnya ada Odysseus yang mengerti maksud orakel tersebut:
"he that wounded shall heal"

Odysseus lalu mengambil tombak Akhilles, mengikis karat di ujungnya yang tajam dan menaburkannya di atas luka Telephos. Secara ajaib, luka di kaki Telephos mongering dan sembuh secara tiba-tiba. Telephos menepati janjinya. Ia bersedia memandu pasukan Yunani ke Troya tapi ia menolak untuk menyerang kerajaan mertuanya itu...

Prayudi~Greek mythology reteller


 


Comments




Leave a Reply