welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Tenedos Island
Perang Troya: Tenes
Jun 15, '12 1:11 AM

Kisah sebelumnya: Saat mengikuti upacara pengurbanan, Philoktetes, seorang pemanah ulung Yunani, digigit seekor ular. Luka akibat gigitan ular itu sangat parah sehingga Philoktetes terpaksa ditinggalkan sendirian di Pulau Lemnos sementara pasukan Yunani melanjutkan pelayaran ke Troya...


Pasukan Yunani berhadapan dengan Tenes

Pulau Lemnos tidak terlalu jauh letaknya dari Troya, tetapi sebelum bisa sampai di Troya, pasukan Yunani harus melewati rintangan pertama yang ada di Pulau Tenedos. Raja pulau ini bernama Tenes dan terkenal akan kekuatannya. Begitu kapal-kapal Yunani mendekati pulaunya, ia langsung melempari kapal-kapal Yunani dengan batu-batu besar. 

Siapakah Tenes dan ada hubungan apa ia dengan Troya? Mari kita silsilah raja Tenedos ini.

Di wilayah Troya terdapat kerajaan bernama Kolonai yang diperintah oleh Raja Kyknos, putra Poseidon. Saat Kyknos lahir, ibunya tidak mau ada orang lain yang tahu, maka ia meninggalkan bayinya begitu saja di tepi pantai. Tetapi Poseidon tidak membiarkan putranya itu mati kelaparan. Seekor burung camar memberi Kyknos makan sampai ada nelayan yang lewat dan melihat bayi malang itu. Ia kemudian membawa bayi itu pulang dan membesarkannya. 

Saat Kyknos dewasa ia menikah dengan Prokleia, putri Laomedon, raja Troya saat itu dan dikaruniai sepasang anak kembar, yang diberi namaTenes dan Hemithea. Konon ayah kedua anak kembar itu sebenarnya bukanlah Kyknos, melainkan Apollo. Setelah ditinggal mati oleh Prokleia, Kyknos menikah lagi dengan putri Kragasos bernama Philonome yang diam-diam mencintai putra tirinya, Tenes yang beranjak dewasa. Philomene merayu Tenes untuk menikah dengannya, tetapi Tenes menolak mentah-mentah rayuan ibu tirinya itu. 

Memendam kekecewaan, Philomene membuat sandiwara palsu. Ia mengadu kepada Kyknos bahwa Tenes memaksanya untuk bercinta dengannya. Sang raja pun sangat murka mendengar hal itu. Tanpa mengecek lagi kebenaran cerita itu, Kyknos langsung memasukkan Tenes dan Hemithea ke dalam sebuah peti dan melemparkannya ke laut. 

Nasib kedua saudara kembar itu beruntung, karena ombak membawa peti itu ke pantai pulau yang dahulu bernama Leukophrys. Mereka ditemukan oleh penduduk setempat yang kemudian mengangkat Tenes menjadi raja di pulau itu. Untuk mengabadikan namanya, Tenes mengganti nama pulau itu menjadi Tenedos, sesuai dengan namanya. 

Kembali ke cerita ini, usaha Tennes untuk menghalau kapal-kapal Yunani memang berhasil menghambat gerak laju pasukan Yunani, tetapi Akhilles dengan berani turun dari kapal untuk menghentikan Tenes. Dengan satu kali lemparan, lembingnya tepat menusuk dada Tenes sehingga raja Tenedos itu jatuh tersungkur dan mati seketika. 

Sebelum berangkat ke Troya, Thetis, ibu Akhilles, telah berpesan kepada putranya itu untuk tidak membunuh satu pun putra Apollo di Troya. Karena Apollo akan sangat murka dan akan membalas dendam dengan mengirim pembunuh putranya ke Hades. Begitu Akhilles menyadarinya, semuanya sudah terlambat karena Tenes termasuk salah satu putra dari Apollo. 

Pendekatan diplomasi

Setelah orang-orang Yunani menaklukkan Tenedos,mereka mendirikan kamp prajurit di pulau tersebut. Dari kamp pasukan Yunani itu, menara-menara tinggi Troya terlihat begitu jelas. Para pemimpin Yunani mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk meminta orang-orang Troya memulangkan Helena ke Yunani secara baik-baik. Utusan Yunani yang berangkat ke Troya adalah Menelaos, suami Helena, dengan ditemani Palamedes dan Odysseus. 

Salah seorang pemimpin Troya, Antenor menyambut kedatangan ketiga utusan Yunani itu dengan ramah dan mengatur pertemuan dengan Raja Troya, Priamos, di istana. Dalam pertemuan dengan Priamos, orang-orang Troya tetap bersikeras tidak akan mengembalikan Helena, terlebih lagi Paris. 

Dalam pertemuan itu,salah seorang saudara Paris, Helenos yang bisa meramal masa depan meramalkan Troya tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh orang-orang Yunani. Malah sebaliknya Troya lah yang akan menundukkan kota-kota di Yunani. 

Helenos memang seorang peramal hebat yang kata-katanya selalu benar, tetapi Dewi Hera diam-diam mengacaukan penglihatan Helenus dan membisikkan ramalan palsu. Ramalan Helenus tentu saja membuat pasukan Troya semakin bertambah percaya diri akan dapat mengalahkan pasukan Yunani. 

Suasana pertemuan itu semakin memanas. Putra Priamos yang lain,Deiphobos melompat maju ke depan sambil menghunuskan pedangnya ke arah Menelaos, Odysseus dan Palamedes. Ia menginginkan agar ketiga utusan Yunani itu dibunuh saat itu juga, Pertumpahan darah pasti akan terjadi apabila si bijak Antenor tidak menghentikannya. 

Saat mengantar tamu-tamunya kembali pulang, Antenor menyesalkan sikap orang-orang Troya dalam pertemuan tersebut, tapi sebagai orang Troya Antenor merasa terpanggil untuk membela negeri kelahirannya. Odysseus terkesan oleh kebijakan Antenor dan berharap agar mereka tidak sampai berhadap-hadapan dengan Antenor di medan perang.

Begitu ketiganya sampai di kamp prajurit di Tenedos dan melaporkan penolakan orang-orang Troya, maka tidak ada pilihan lain selain angkat senjata melawan Troya. Hari itu juga seluruh pasukan Yunani bersiap-siap untuk berlayar dan mendarat di pantai Troya... 

Prayudi~Greek mythology reteller

Catatan: Saat ini Pulau Tenedos menjadi bagian dari negara Turki sejak tahun 1923 dan namanya diubah menjadi Pulau Bozcaada. Hanya sedikit orang Yunani yang masih tinggal di pulau tersebut dan sebagian besar sudah lanjut usia.Pic source: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=178467


 


Comments




Leave a Reply