welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Perang Troya: Protesilaos
Jun 27, '12 5:10 PM

"Dari Tenedos mereka (pasukan Yunani) berlayar ke pantai Troya, mengutus Odysseus dan Menelaos untuk meminta Helena beserta harta bendanya dikembalikan. Tetapi orang-orang Troya, yang hadir dalam balairung pertemuan tersebut, tidak hanya menolak untuk mengembalikan Helena, mereka juga berniat membunuh kedua utusan Yunani tersebut... Sekarang Thetis memperingatkan putranya, Akhilles, agar tidak menjadi orang pertama yang turun dari kapal, karena yang pertama menginjakkan kaki di pantai Troya akan menjadi orang Yunani pertama yang gugur dalam perang." 
(Pseudo-Apollodorus, Bibliotheca E3. 28 - 30)


Prajurit yang pertama gugur di Perang Troya

Protesilaos, putra Iphikles dari Phylake baru saja satu hari menikah dengan Laodameia, saat utusan Menelaos tiba di kerajaannya. Mereka memintanya untuk mengirim pasukan dan ikut bergabung dengan armada Yunani lainnya di Aulis. Bersama saudaranya, Podarkes, Protesilaos memimpin 40 buah kapal berisi prajurit-prajurit Phylake ke Troya.

Pasukan Yunani telah meninggalkan pulau Tenedos dan mendekati pantai Troya. Dari kejauhan, terlihat pasukan Troya yang dipimpin oleh Kyknosdan Hektor berbaris di pantai siap menyerang orang-orang Yunani yang akan mendarat. Tetapi saat kapal-kapal telah mendekati pantai, tidak ada seorang prajurit Yunani pun berani turun dari kapal untuk memimpin penyerangan.

Sebelum orang-orang Yunani berangkat, mereka mendengar ada ramalan yang menyebutkan: "barang siapa yang pertama kali menginjakkan kakinya di Troya akan menjadi orang Yunani pertama yang gugur." Orang-orang Yunani sudah siap bertempur tetapi bagaimana mereka menghindar dari ramalan yang menakutkan tersebut?

Sementara itu, Protesilaos sudah tidak sabar lagi untuk memulai perang, tetapi kata-kata dalam ramalan itu menghentikan langkahnya. Ia teringat Laodameia, istrinya di Phylake yang hanya sempat melewatkan waktu satu malam untuk tidur bersama. Ia juga teringat ayahnya yang telah tua, Iphiklus, yang ia tinggalkan sendirian karena kedua putranya berangkat ke Troya. 

Tiba-tiba Protesilaos tersentak dari lamunannya. Ia melihat Odysseus melempar perisainya ke pantai dan meloncat turun dari kapal. Odysseus berteriak memanggil pasukan Yunani untuk maju menyerang. Dengan spontan, Protesilaos langsung meloncat turun untuk melindungi Odysseus, yang menurut ramalan itu akan menjadi orang pertama yang gugur. 

Begitu lembing saling beterbangan dan pedang saling beradu, perang pun dimulai. Bagaikan seekor singa di padang rumput liar, Protesilaos membunuh tiga orang, lima, sepuluh... dan banyak prajurit Troya. Dengan penuh percaya diri, ia terus merangsek ke arah pasukan lawan, seolah-olah tidak seorang pun prajurit Troya mampu menghentikannya. Sampai kemudian di depannya berdiri seseorang yang berbadan tinggi tegap dan jubah perangnya berkilauan bagaikan dewa. Orang itu adalah Hektor, kakak Paris sekaligus jendral pasukan Troya.

Tanpa pikir panjang, Protesilaos langsung menyerang Hektor tanpa menyadari siapa yang berdiri menghadang di depannya itu. Tapi sayang, serangan dari Protesilaos berhasil ditepis Hektor, dan itu adalah kesempatan terakhirnya. Saat Hektor balik menyerang, Protesilaos terlambat menghindar. Lembing Hektor merobek baju perang Protesilaos dan menembus dadanya. Protesilaos pun jatuh terjerambab. 

Dengan nafas tersengal-sengal Protesilaos mencoba bangun, wajah Laodameia membayang kabur di pelupuk matanya. Tetapi itu tak berlangsung lama, pandangan Protesilaos mendadak gelap dan pemimpin orang-prang Phylake ini ambruk seketika. Jiwa Protesilaos melayang ke Hades sambil meratapi nasibnya dengan sedih.

Di tempat Protesilaos gugur, pertarungan sengit terjadi untuk memperebutkan mayat Protesilaos antara pasukan Yunani dengan Troya. Akhirnya orang-orang Yunani berhasil mengambil mayat Protesilaos untuk disemayamkan.

Sementara itu di Phylake, semenjak ditinggalkan Protesilaos, Laodameia menjalani hari-harinya dengan muram. Saat kabar kematian Protesilaos sampai ke Phylake, jiwa Laodameia sangat terguncang dan tidak bisa menerima kenyataan. Dalam kesedihannya, ia membuat patung yang mirip dengan suaminya dan tidur dengan patung itu setiap malam. 

Sampai akhirnya dewa-dewa yang melihatnya merasa iba. Zeus lalu menyuruh Hermes untuk membawa Protesilaos kembali ke dunia untuk mengucapkan salam perpisahan kepada istrinya. Laodameia sangat gembira dan menganggap Protesilaos benar-benar kembali dari Troya dengan selamat. Tetapi saat waktu yang diberikan Zeus telah habis dan Protesilaos harus kembali ke Hades, ia tidak sanggup menanggung lagi kesedihan hatinya dan bunuh diri.

Menurut kisah lainnya, konon Laodameia yang tidak sanggup ditinggal suaminya pergi berperang, menjadi gila dan bunuh diri tepat di saat Protesilaos gugur di Troya.

Lalu bagaimana dengan Odysseus? Odysseus masih hidup saat Protesilaos gugur di medan perang. Tetapi bukankah ia adalah orang pertama yang menginjakkan kaki di Troya dan menurut ramalan harusnya menjadi orang yang pertama gugur? 

Sebenarnya yang terjadi adalah kaki Odysseus tidak benar-benar menginjak tanah Troya. Ia melempar perisainya ke tanah dan tetap berdiri di atasnya sampai Protesilaos menjejakkan kakinya. Dengan kecerdikannya Odysseus berhasil terhindar dari ramalan celaka itu dan membuat orang-orang Yunani berani turun dari kapal.

Prayudi~Greek mythology reteller

Source pic: (Image courtesy of Gorny & Mosch) 

 


Comments




Leave a Reply