welcome to Kameko no Kitsune official site
 
Picture
Greek battle ship (above) and trading ship (below)
Perang Troya: Apakah Iphigenia benar-benar diselamatkan Artemis?
May 24, '12 9:46 PM

Saat Iphigenia tiba di Aulis, meja pengurbanan di altar Artemis telah disiapkan untuk gadis itu... Tetapi saat pisau itu siap untuk menghujam leher gadis itu, Artemis menukar Iphigenia dengan seekor rusa dan membawanya pergi jauh. Tetapi apakah itu cerita sebenarnya? Apakah Iphigenia benar-benar mati atau diselamatkan oleh Artemis? Mari kita sejenak menelusuri catatan-catatan kuno tentang kisah di balik pengurbanan Iphigenia itu...


Menurut sejumlah literatur kuno, Iphigenia/Iphigeneia disebut dengan nama yang berbeda-beda, Dalam IliadHomeros menyebutnya sebagai "Iphianassa", sementara Hesiodes mencantumkan dalam Catalogue of Women sebagai "Iphimede". Nama-nama itu berarti “yang melahirkan anak yang kuat” atau “yang dilahirkan dengan kekuatan". 

Kisah Iphigenia yang diceritakan oleh Euripides (480-406 SM) dalam drama tragedinya, Iphigenia at Aulis (405 SM) bisa jadi terinspirasi oleh ritual pengurbanan yang terjadi pada zaman dimana Euripides hidup. 

Mitos #1: 
Pengurbanan Iphigenia dianggap sebagai salah satu syarat agar ekspedisi armada Yunani ke Troya berhasil. 

Ekspedisi ke Troya yang dipimpin Agamemnon ini melibatkan kurang lebih 100.000 orang. Banyak prajurit yang mati di laut sedangkan yang lain mati di medan perang. Sayangnya, banyak juga yang mati karena wabah penyakit akibat buruknya kondisi perkemahan prajurit di Aulis. Pada saat itu, kematian dianggap sebagai tebusan atas kemenangan perang, seperti halnya kematian Iphigenia. 

Mitos #2: 
Kapal-kapal Yunani tidak dapat berlayar karena tidak ada angin, tetapi Homeros dalam Iliad menyebutkan armada Yunani terdiri dari kapal-kapal yang memiliki pendayung. 

Lalu kenapa angin sangat dibutuhkan untuk membawa kapal kalau kapal-kapal itu ternyata bisa didayung? Jawabannya yaitu kemungkinan karena kapal yang mengangkut prajurit saja yang memiliki dayung, sedangkan persediaan bekal makanan ada di kapal-kapal layar yang harus digerakkan dengan bantuan angin. Seandainya jumlah kapal layar sama dengan jumlah kapal berdayung, kapal-kapal itu bisa ditarik oleh kapal dayung, tetapi nampaknya jumlah kapal yang membawa ransum makanan itu jauh lebih banyak dari jumlah kapal dayung.

Mitos #3:
Menurut Hesiodes dalam Catalogues of Women  Iphigenia diselamatkan Artemis dan menjelma menjadi dewi Hekate. 

Hekate adalah dewi hutan belantara dan kelahiran yang perannya kurang lebih sama dengan dewi Artemis. Sebenarnya dewi Hekate adalah kepercayaan masyarakat setempat dan sudah lebih dulu ada dari Artemis. Lambat laun pemujaan Hekate di beberapa wilayah di Yunani Kuno digantikan oleh pemujaan terhadap Artemis. 

Pertikaian antara dewa-dewi dalam kisah mitologi kadang berasal dari alasan tersebut. Suku yang menaklukkan sebuah wilayah akan mengenalkan dewa-dewi mereka untuk menggantikan dewa-dewi yang dipuja masyarakat wilayah itu. Pengurbanan Iphigenia mungkin saja dipandang sebagai sesuatu yang simbolis dan perubahannya menjadi dewi Hekate adalah usaha para pemuja dewi itu untuk mempopulerkan namanya kembali.

Berbeda dari Euripides dan Hesiodes, dalam literatur kuno lainnya yang ditulis oleh Aeschylus (525-456 SM) dan Sophocles (495-406 SM), Iphigenia memang benar-benar mati di Aulis.

Bagaimanapun cerita akhir Iphigenia yang sebenarnya, gadis itu telah dianggap sebagai pahlawan bagi kaumnya dan menjadi semacam role-model,seorang gadis yang berani mengorbankan diri demi kepentingan negara dan bangsanya.

Prayudi~Greek mythology reteller
Source pic: http://www.kiskoseura.fi/troija/english/3.2.html
 


Comments




Leave a Reply